Tugas Membaca puisi dan cerpen

TUGAS MEMBACA PUISI DAN CERPEN

Nama : Artika Mariani

NIM : 2530202020011

Kelas : A

Mata Kuliah : Membaca Sastra

Dosen pengampu : IBNU YUSTIYA RAMADHAN, S.S., M.HUM


Puisi

Kasih Ibu

oleh Helen Steiner Rice

Kasih seorang ibu adalah sesuatu
bahwa tidak seorang pun dapat menjelaskannya
Itu terbuat dari pengabdian yang mendalam
dan pengorbanan dan rasa sakit
Itu tidak ada habisnya dan tidak egois
dan bertahan apapun yang mungkin terjadi
Karena tidak ada yang bisa menghancurkannya
atau ambillah cinta itu
Itu sabar dan pemaaf ketika semua orang lain meninggalkannya Dan itu tidak pernah gagal atau terputus-putus


 Makna puisi: ini ingin menyampaikan bahwa kasih ibu adalah bentuk cinta yang paling tulus, mendekati cinta ilahi di dunia ini sebuah kekuatan yang memberi tanpa meminta, memaafkan tanpa syarat, dan bertahan selamanya.


Cerpen 

Sepasang Sandal di Depan Pintu

Setiap kali Rian pulang larut malam karena urusan kantor, ia selalu mendapati lampu teras menyala dan sepasang sandal jepit usang milik Ibunya tertata rapi di dekat keset.

Rian jarang berbincang lama dengan Ibu. Baginya, Ibu hanya wanita tua yang hobi menanyakan "Sudah makan?" atau "Pulang jam berapa?". Rian merasa dunianya di gedung pencakar langit jauh lebih penting daripada dapur Ibunya yang berasap.

Suatu malam, hujan turun sangat deras. Rian pulang dengan perasaan hancur karena proyek besarnya gagal. Ia masuk ke rumah dengan langkah gontai. Di meja makan, ada tudung saji yang tertutup. Di bawahnya, terdapat sepiring nasi goreng telor mata sapi yang sudah dingin, dan secarik kertas kecil.

Rian menoleh ke arah kamar Ibunya yang tertutup rapat. Tidak ada suara, hanya keheningan. Namun, di saat seluruh dunia menuntutnya untuk sukses, hanya di rumah ini ia diterima meski sedang gagal.

Ia menyuap nasi dingin itu, dan anehnya, itu adalah makanan paling hangat yang pernah ia rasakan seumur hidupnya. Kasih Ibu ternyata tidak butuh pidato besar; ia hanya butuh sebuah perhatian kecil yang konsisten, sesederhana memastikan anaknya tidak tidur dengan perut kosong.


Makna: Cerpen ini mengingatkan kita bahwa seringkali kita terlalu sibuk mengejar hal besar di luar sana, sampai lupa bahwa ada seseorang di rumah yang dunianya hanyalah memastikan kita baik-baik saja.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas Membaca Sastra

Tugas Membaca Puisi dan Cerpen

Tugas Membaca Puisi dan Cerpen