Tugas Membaca Puisi dan Cerpen

TUGAS MEMBACA PUISI DAN CERPEN

Nama : Artika Mariani

NIM : 2530202020011

Kelas : A

Mata Kuliah : Membaca Sastra

Dosen pengampu : IBNU YUSTIYA RAMADHAN, S.S., M.HUM


Puisi 

Cermin Hati

Di sudut sunyi aku berdiri
menatap bayang yang tak pernah pergi
Ia tak bersuara, namun mengerti
tentang dusta yang kusembunyi sendiri

Kerlap lampu tak mampu menipu
cermin hati selalu tahu
Saat kata tak sama dengan rasa
retak kecil pun mulai terasa

Namun pagi datang membawa terang
membasuh luka yang diam-diam hilang
Kejujuran tumbuh seperti cahaya
hangat, sederhana, namun bermakna. 

Kini bayang tak lagi menuduh
ia tersenyum tanpa mengeluh
Sebab hati yang berani jujur
tak perlu takut pada siapa pun


Makna Puisi:

Puisi ini menggambarkan pergulatan batin seseorang saat menyembunyikan ketidakjujuran cermin hati melambangkan suara nurani yang selalu mengetahui kebenaran, meskipun orang lain tidak.Ketika seseorang tidak jujur pada diri sendiri muncul kegelisahan dan retak dalam hati.


Cerpen

Payung Tua di Halte

Hujan turun deras sore itu. Rara berdiri di halte kecil sambil memeluk tasnya. Ia lupa membawa payung, sementara rumahnya masih cukup jauh. Satu per satu orang pergi dijemput, hingga tinggal ia dan seorang kakek tua dengan payung usang berwarna cokelat.

Kamu belum dijemput, Nak tanya kakek itu lembut.

Rara menggeleng. Tidak Kek. Saya mau menunggu hujan reda saja.

Kakek itu tersenyum, lalu membuka payungnya. Pakai saja payung ini. Rumah Kakek dekat.

Rara ragu. Tapi Kakek nanti kehujanan

Tidak apa-apa. Kakek sudah biasa, jawabnya ringan.

Akhirnya Rara menerima payung itu dan berlari pulang. Setibanya di rumah, ia baru sadar ia tidak tahu di mana kakek itu tinggal. Keesokan harinya, Rara kembali ke halte, berharap bisa mengembalikan payung tersebut. Namun, tak pernah lagi ia melihat kakek itu.

Beberapa hari kemudian, penjaga warung dekat halte berkata, Oh, kakek yang pakai payung cokelat itu? Beliau sudah lama sakit-sakitan. Katanya pindah ke rumah anaknya di luar kota

Rara menatap payung tua di tangannya. Meski usang, payung itu terasa hangat seolah menyimpan kebaikan seseorang yang bahkan tak sempat ia balas. Sejak hari itu, setiap kali hujan turun, Rara selalu membawa payung cadangan di tasnya. Siapa tahu, ada orang lain yang membutuhkannya seperti dirinya dulu


Makna Cerpen:

Cerpen ini mengajarkan tentang kebaikan yang tulus dan tanpa pamrih. Kakek menolong Rara tanpa mengharapkan balasan, bahkan rela berkorban. Kebaikan kecil tersebut memberi dampak besar hingga Rara terdorong untuk menularkan kebaikan kepada orang lain.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas Membaca Sastra

Tugas Membaca Puisi dan Cerpen

Tugas Membaca Puisi dan Cerpen