Tugas Membaca Puisi dan Cerpen
TUGAS MEMBACA PUISI DAN CERPEN
Nama : Artika Mariani
NIM : 2530202020011
Kelas : A
Mata Kuliah : Membaca Sastra
Dosen pengampu : IBNU YUSTIYA RAMADHAN, S.S., M.HUM
Puisi
Hujan Bulan Juni
Pengarang: Sapardi Djoko Darmono
Tak ada yang lebih tabah
Dari hujan bulan Juni
Dirahasiakannya rintik rindunya
Kepada pohon berbunga itu
Tak ada yang lebih bijak
Dari hujan bulan Juni
Dihapusnya jejak-jejak kakinya
Yang ragu-ragu di jalan itu
Tak ada yang lebih arif
Dari hujan bulan Juni
Dibiarkannya yang tak terucapkan
Diserap akar pohon bunga itu
makna keseluruhan puisi ini adalah tentang cinta yang sederhana tapi dalam cinta itu tidak harus memiliki, cukup dengan merasakan dan mengikhlaskan. Sikap yang ditonjolkan bukan dramatis atau berlebihan, melainkan tenang, dewasa, dan penuh penerimaan.
Cerpen
Robohnya Surau Kami
Pengarang: A. A. Navis
menceritakan tentang seorang kakek penjaga surau yang sangat taat beribadah. Ia menghabiskan hidupnya hanya untuk berdoa dan beribadah tanpa memikirkan kehidupan dunia, seperti bekerja atau membantu sesama.
Suatu hari, datang seorang tokoh bernama Ajo Sidi yang bercerita tentang seseorang yang masuk neraka meskipun rajin beribadah. Alasannya, orang tersebut tidak peduli dengan kehidupan sosial dan hanya mementingkan ibadah pribadi.
Cerita itu membuat sang kakek merasa terpukul dan kehilangan makna hidupnya. Ia akhirnya putus asa hingga mengakhiri hidupnya. Surau yang selama ini ia jaga pun akhirnya terbengkalai dan roboh.
makna utama dari cerpen ini adalah bahwa dalam kehidupan, manusia tidak hanya dituntut untuk beribadah kepada Tuhan, tetapi juga harus peduli terhadap kehidupan sosial dan lingkungan sekitar.
Komentar
Posting Komentar